Minggu, 15 Desember 2019

Sejarah Alamiah Suatu Penyakit


Adanya sejarah alamiah dari suatu penyakit dapat dipakai secara cara dalam usaha pencegahan ataupun pengontrolan dari penyakit tersebut. Tingkatan dari sejarah alamiah suatu penyakit (natural history of disease) adalah:
1. Tingkat kepekaan (stage of susceptibility)
2. Tingkat sebelum sakit (stage of presymptomatic disease)
3. Tingkat sakit secara klinis (stage of clinical disease)
4. Tingkat kecacatan (stage of disability)

1. Tingkat Kepekaan (stage of susceptibility)

Pada tingkat ini, penyakit belum nampak namun telah ada suatu hubungan antara induk semang (host), penyebab penyakit (agent), dan kondisi lingkungan (environment). Adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara ketiga faktor tersebut akan menimbulkan suatu hal yang disebut faktor risiko (risk factors). Faktor risiko pada tingkat kepekaan ini dapat dipengaruhi berbagai hal antara lain: umur seseorang, jenis kelamin, gaya hidup seseorang (life style), keadaan budaya, dan lain-lain. Sebagai contoh adalah:
  • Seseorang (host) dalam kondisi sangat lelah disertai dengan konsumsi alkohol yang berlebihan (agent), maka akan memudahkannya dalam risiko menderita (risk factor) penyakit infeksi saluran pernafasan (pneumonia).
  • Seseorang yang berbadan gemuk dengan kadar kolesterol dan tekanan darah yang tinggi disertai merokok berat, maka orang itu akan berisiko mendapat serangan penyakit jantung koroner.   

2. Tingkat sebelum sakit (stage of presymptomatic disease)
Pada tingkat ini, penyakit juga masih belum nampak. Adanya faktor kepekaan dan interaksi antara Host, Agent, dan Environment akan timbul dan mulai nampak adanya perubahan-perubahan secara patologis. Walaupun demikian, perubahan-perubahan ini masih tetap berada di bawah garis yang disebut clinical horizon, yaitu garis perbatasan antara keadaan penyakit yang sudah jelas tanda-tandanya (secara klinis) dan terjadinya perubahan patologis.

Sebagai contoh misanya perubahan atherosklerostik pada pembuluh darah koroner, sebelum ada tanda-tanda stroke (mati mendadak).

 3. Tingkat sakit secara klinis (stage of clinical disease)
Pada tingkat ini terjadi perubahan secara anatomis dan fungsional. Adanya perubahan tersebut akan menimbulkan gejala dan tanda-tanda dari suatu penyakit. Pada tingkat sakit secara klinis ini, suatu penyakit dapat diklasifikasi misalnya berdasarkan lokasi, gambaran histologis, serta fungsionalnya (psychosocial).

4. Tingkat kecacatan (stage of disability)
Tingkat kecacatan dapat diartikan dalam beberapa pengertian. Definisi cacat menurut The National Health Survey Amerika Serikat adalah berkurangnya aktivitas seseorang secara sementara ataupun jangka panjang sebagai akibat terserang oleh penyakit akut atau kronis. Pengertian cacat dalam masyarakat berarti terbatasnya aktvitas yang dapat dilakukan seseorang, misalnya terbatasnya komunikasi seseorang karena tuli.

Ada penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa diberikan suatu pengobatan. Ada pula penyakit yang tetap berlangsung sampai lama walaupun sudah menjalani pengobatan dan dalam hal ini dapat menimbulkan kerusakan pada bagian tubuh dan akan memberikan kecacatan. Risiko dari keadaan tersebut adalah makin lamanya proses penyakit tersebut yang bisa menimbulkan cacat pada bagian tubuh tertentu.

Sebagai contoh: penyakit virus campak dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, jika kondisi penderita amat buruk dan tanpa pengobatan, maka akan dapat menimbulkan komplikasi radang otak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar