Adanya sejarah alamiah dari suatu
penyakit dapat dipakai secara cara dalam usaha pencegahan ataupun pengontrolan
dari penyakit tersebut. Tingkatan dari sejarah alamiah suatu penyakit (natural history of disease) adalah:
1. Tingkat kepekaan (stage of susceptibility)
2. Tingkat sebelum sakit (stage of presymptomatic disease)
3. Tingkat sakit secara klinis (stage of clinical disease)
4. Tingkat kecacatan (stage of disability)
1. Tingkat Kepekaan (stage of susceptibility)
Pada tingkat ini, penyakit belum nampak
namun telah ada suatu hubungan antara induk semang (host), penyebab penyakit (agent),
dan kondisi lingkungan (environment).
Adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara ketiga faktor tersebut akan
menimbulkan suatu hal yang disebut faktor risiko (risk factors). Faktor risiko pada tingkat kepekaan ini dapat
dipengaruhi berbagai hal antara lain: umur seseorang, jenis kelamin, gaya hidup
seseorang (life style), keadaan
budaya, dan lain-lain. Sebagai contoh adalah:
- Seseorang (host) dalam kondisi sangat lelah disertai dengan konsumsi alkohol yang berlebihan (agent), maka akan memudahkannya dalam risiko menderita (risk factor) penyakit infeksi saluran pernafasan (pneumonia).
- Seseorang yang berbadan gemuk dengan kadar kolesterol dan tekanan darah yang tinggi disertai merokok berat, maka orang itu akan berisiko mendapat serangan penyakit jantung koroner.
2. Tingkat sebelum sakit (stage of presymptomatic disease)
Pada tingkat ini, penyakit juga
masih belum nampak. Adanya faktor kepekaan dan interaksi antara Host, Agent,
dan Environment akan timbul dan mulai nampak adanya perubahan-perubahan secara
patologis. Walaupun demikian, perubahan-perubahan ini masih tetap berada di
bawah garis yang disebut clinical horizon,
yaitu garis perbatasan antara keadaan penyakit yang sudah jelas tanda-tandanya
(secara klinis) dan terjadinya perubahan patologis.
Sebagai contoh misanya perubahan
atherosklerostik pada pembuluh darah koroner, sebelum ada tanda-tanda stroke
(mati mendadak).
3. Tingkat sakit secara klinis (stage of clinical disease)
Pada tingkat ini terjadi
perubahan secara anatomis dan fungsional. Adanya perubahan tersebut akan
menimbulkan gejala dan tanda-tanda dari suatu penyakit. Pada tingkat sakit
secara klinis ini, suatu penyakit dapat diklasifikasi misalnya berdasarkan
lokasi, gambaran histologis, serta fungsionalnya (psychosocial).
4. Tingkat kecacatan (stage of disability)
Tingkat kecacatan dapat diartikan
dalam beberapa pengertian. Definisi cacat menurut The National Health Survey Amerika Serikat adalah berkurangnya
aktivitas seseorang secara sementara ataupun jangka panjang sebagai akibat
terserang oleh penyakit akut atau kronis. Pengertian cacat dalam masyarakat
berarti terbatasnya aktvitas yang dapat dilakukan seseorang, misalnya
terbatasnya komunikasi seseorang karena tuli.
Ada penyakit yang dapat sembuh
dengan sendirinya tanpa diberikan suatu pengobatan. Ada pula penyakit yang
tetap berlangsung sampai lama walaupun sudah menjalani pengobatan dan dalam hal
ini dapat menimbulkan kerusakan pada bagian tubuh dan akan memberikan kecacatan.
Risiko dari keadaan tersebut adalah makin lamanya proses penyakit tersebut yang
bisa menimbulkan cacat pada bagian tubuh tertentu.
Sebagai contoh: penyakit virus campak
dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, jika kondisi penderita amat buruk
dan tanpa pengobatan, maka akan dapat menimbulkan komplikasi radang otak.