Senin, 16 Desember 2019

Cara Pencegahan Penyakit


Pada dasarnya pencegahan suatu lebih penyakit lebih murah dari pengobatan penyakit. Proses pencegahan tersebut tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan dan sejarah terjadinya penyakit. Di dalam proses pencegahan, perlu dilakukan deteksi dan intervensi pada penyebab dan faktor risiko dari penyakit. Arti pencegahan sendiri adalah mengadakan inhibisi terhadap perkembangan suatu penyakit sebelum penyakit tersebut terjadi.

Tingkat dari pencegahan penyakit adalah:
  1. Pencegahan primer (primary prevention). Tingkat pencegahan ini dapat dilakukan pada fase kepekaan dari sejarah alami suatu penyakit.
  2. Pencegahan sekunder (secondary prevention). Tingkat pencegahan ini dapat dilakukan pada fase pre-klinik dan klinik.
  3. Pencegahan tersier (tertiary prevention). Tingkat pencegahan ini dapat dilakukan pada fase penyakit yang sudah lanjut atau fase kecacatan.


1. Pencegahan primer (primary prevention)

Pencegahan primer terdiri dari 2 kategori yaitu:
a. Peningkatan kesehatan (health promotion)
Termasuk di sini adalah:
-         - Perbaikan gizi masyarakat
-         - Perbaikan kondisi rumah dan tempat rekreasi
-         - Pendidikan kesehatan, termasuk pendidikan seks dan sanitasi.

b. Pencegahan spesifik (specific protection)
Termasuk di sini adalah:
-         -  Imunisasi
-         - Penjernihan air minum
-         -  Pencegahan kecelakaan
-         - Pengaturan makan (diet) dan olahraga
Dalam pelaksanaannya, pencegahan primer dipengaruhi oleh sikap individu dan lingkungan.

2. Pencegahan sekunder (secondary prevention)

Pencegahan sekunder terdiri dari:
a. Penemuan/deteksi secara dini (early detection)
- penemuan kanker secara dini (in situ)
-  penemuan kasus penyakit kencing manis secara dini

b. Pengobatan penyakit secara dini
Agar penyakit tersebut tidak berkembang lebih lanjut perlu dilakukan pengobatan secara dini (pengobatan penyakit selagi belum parah)

3. Pencegahan tersier (tertiary prevention)

Pencegahan tersier terdiri dari:
a. membatasi kecacatan (disability limitation)
b. rehabilitasi (rehabilitation)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar