Keadaan sakit merupakan akibat
kesalahan adaptasi terhadap lingkungan (maladaptation)
dan reaksi antara manusia dan sumber-sumber penyakit. Sakit berarti suatu
keadaan yang memperlihatkan adanya keluhan dan gejala sakit secara subyektif
dan obyektif, sehingga penderita tersebut memerlukan pengobatan untuk
mengembalikan diri pada keadaan yang sehat.
Keadaan sakit sering dipakai
untuk menilai tingkat kesehatan seseorang. Untuk mengetahui tingkat kesehatan
tersebut, dapat dilakukan pengukuran-pengukuran nilai unsur tubuh, antara lain:
mengukur berat badan, tekanan darah, frekuensi pernafasan, pemeriksaan cairan
tubuh, dan lain-lain.
Menurut World Health Organization (WHO), ‘sehat’ adalah suatu keadaan yang
lengkap meliputi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial, bukan semata-mata
bebas dari penyakit dan cacat/kelemahan.
Anggota masyarakat yang sehat
termasuk dalam model keadaan yang paling baik (high level wellness model). Dalam kata ‘model’ tersebut
berorientasi pada upaya menyehatkan yang sakit, sedangkan konsep ‘keadaan baik’
berorientasi terutama untuk meningkatkan keadaan yang sudah baik. Konsep
keadaan yang sudah baik ini berfokus pada unsur-unsur sebagai berikut:
1. kegiatan badaniah (physical activity)
2. kesadaran gizi (nutritional awareness)
3. pengelolaan tekanan/stres (stress management)
4. tanggung jawab mandiri (self responsibility)
Dalam konsep sehat WHO tersebut
dharapkan adanya keseimbangan yang serasi dalam berinteraksi antara manusia dan
makhluk hidup lain dengan lingkungannya. Sebagai konsekuensi dari konsep
WHO tersebut, maka yang dikatakan manusia sehat adalah:
1. manusia yang tidak sakit
2. manusia yang tidak cacat
3. manusia yang tidak lemah
4. manusia yang bahagia secara
rohani
4. manusia yang sejahtera secara
sosial
5. manusia yang fit secara
jasmani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar