Tampilkan postingan dengan label gizi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gizi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Desember 2019

Pengertian Sakit dan Sehat


Keadaan sakit merupakan akibat kesalahan adaptasi terhadap lingkungan (maladaptation) dan reaksi antara manusia dan sumber-sumber penyakit. Sakit berarti suatu keadaan yang memperlihatkan adanya keluhan dan gejala sakit secara subyektif dan obyektif, sehingga penderita tersebut memerlukan pengobatan untuk mengembalikan diri pada keadaan yang sehat.

Keadaan sakit sering dipakai untuk menilai tingkat kesehatan seseorang. Untuk mengetahui tingkat kesehatan tersebut, dapat dilakukan pengukuran-pengukuran nilai unsur tubuh, antara lain: mengukur berat badan, tekanan darah, frekuensi pernafasan, pemeriksaan cairan tubuh, dan lain-lain.   

Menurut World Health Organization (WHO), ‘sehat’ adalah suatu keadaan yang lengkap meliputi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial, bukan semata-mata bebas dari penyakit dan cacat/kelemahan.

Anggota masyarakat yang sehat termasuk dalam model keadaan yang paling baik (high level wellness model). Dalam kata ‘model’ tersebut berorientasi pada upaya menyehatkan yang sakit, sedangkan konsep ‘keadaan baik’ berorientasi terutama untuk meningkatkan keadaan yang sudah baik. Konsep keadaan yang sudah baik ini berfokus pada unsur-unsur sebagai berikut:
1. kegiatan badaniah (physical activity)
2. kesadaran gizi (nutritional awareness)
3. pengelolaan tekanan/stres (stress management)
4. tanggung jawab mandiri (self responsibility)

Dalam konsep sehat WHO tersebut dharapkan adanya keseimbangan yang serasi dalam berinteraksi antara manusia dan makhluk hidup lain dengan lingkungannya. Sebagai konsekuensi dari konsep WHO tersebut, maka yang dikatakan manusia sehat adalah:
1. manusia yang tidak sakit
2. manusia yang tidak cacat
3. manusia yang tidak lemah
4. manusia yang bahagia secara rohani
4. manusia yang sejahtera secara sosial
5. manusia yang fit secara jasmani