Sumber: Antara News
Di Indonesia, termasuk
di Jakarta, perhatian kepada angkutan umum dan pejalan kaki terbilang minim padahal keberadaan angkutan umum dan akses pejalan kaki sangat berpengaruh
terhadap besarnya volume kendaraan di jalan yang menjadi sumber kemacetan. Keengganan
masyarakat menggunakan jasa angkutan umum biasanya disebabkan oleh ketidakjelasan informasi, harus berganti-ganti kendaraan, dan keamanan rendah. Masyarakat Jakarta
juga enggan berjalan kaki karena belum membudaya, cuaca yang panas, kurang
nyaman dan aman.
Jenis angkutan umum
yang melintasi Jakarta antara lain Trans Jakarta, Damri, Metro Mini, Kopaja, Bianglala,
Mayasari Bakti, PPD, Pahala Kencana, APTB, KMK, dan mikrolet. Agar dapat
meningkatkan pamor angkutan umum sebagai moda transportasi yang menarik, polisi
sebaiknya memberikan prioritas kepada angkutan umum.
Pertama, pada jam rawan
kemacetan, angkutan umum mendapat prioritas memanfaatkan jalur busway. Dengan demikian, angkutan umum
relatif terhindar dari macet. Namun keistimewaan ini diberikan dengan syarat kendaraan
yang melintasi busway tidak boleh
ngetem di luar pemberhentian yang sepatutnya.
Kedua keistimewaan
angkutan umum saat kondisi jalan ditutup. Di Jakarta, penutupan jalan utama
sering terjadi. Oleh karena itu, polisi dapat memberikan pengecualian kepada
angkutan umum tertentu agar dapat melintasi jalan tersebut sehingga pengguna
kendaraan pribadi dapat beralih ke kendaraan umum.
Ketiga, aplikasi angkutan
umum juga akan menjadi daya tarik angkutan umum. Di era digital dewasa ini,
semua informasi bisa didapat hanya dengan membuka internet. Pihak kepolisian tidak
harus mengembangkan aplikasi angkutan umum sendiri, namun dapat bekerja sama dengan
pengembang yang sudah ada dengan meng-update
informasi lalu lintas. Kejelasan informasi tersebut dapat membantu masyarakat
dalam memanfaatkan jasa angkutan umum.
Sedangkan bagi pejalan
kaki, keistimewaan dalam berlalu lintas terutama dalam menyeberang jalan yang
ramai. Sebaiknya seluruh persimpangan utama di Jakarta memberlakukan perhentian
serentak di semua sisi persimpangan untuk memberikan prioritas bagi pejalan kaki agar
menyeberang dengan cepat di semua sisi. Selain itu, polisi sebaiknya
mengembalikan fungsi utama trotoar sebagai akses pejalan kaki yang bersih dari
pedagang atau parkir liar.
