Senin, 14 Juli 2014

Pengalaman Menggunakan Layanan Provider Internet

Internet.

Sebuah kebutuhan yang dahulunya sekunder atau tersier sekarang membumbung menjadi kebutuhan primer. Top priority, seperti makan, minum, tidur, dan mandi. Begitu mata terbuka, entah tengah malam atau pagi hari, langsung mengusik-usik gadget. Online. Sebelum menutup mata pun diakhiri dengan internet, mengucapkan selamat malam kepada dunia. Internet, ruas penghubung yang tak dihalangi jarak, waktu, dan macet. Orang bisa mendapatkan berbagai informasi audio visual secara lengkap, berbagi momen dengan orang-orang tanpa harus bertatap muka, main game online juga terasa lebih semarak. Itulah sekelumit alasan mengapa orang begitu kecanduan dengan internet. Saya pun demikian.

Pertama kali menggunakan internet pribadi, saya menggunakan salah satu layanan provider CDMA. Hanya dengan 45 ribu, saya bisa menggunakan akses internet unlimited selama sebulan. Waktu itu jauh lebih murah dibanding vendor GSM yang menggunakan sistem kuota atau unlimited dengan FUP kecil. Meskipun modem berkali-kali hilang, saya masih setia menggunakan layanan yang sama sampai akhirnya... Laptop saya yang rusak! Akhirnya saya hanya menggunakan tablet. Hingga sekarang saya masih nyaman dengan tablet dan belum terpikirkan untuk menggantinya dengan laptop baru. Lebih ringan dan ringkas. Tapi karena tablet tidak kompatibel dengan modem dan hanya mendukung mini simcard GSM membuat saya harus membeli wifi router. Internetnya tetap menggunakan provider CDMA lama. Masih setia.

Ternyata dunia sudah berubah, termasuk dunia internet. Saudara-saudara saya yang menggunakan provider yang sama terus mengomentari betapa leletnya internet yang masih saya pakai itu. Saya yang termasuk tipe "kalau sudah cocok dengan sesuatu, saya tidak akan mencari yang lain" hanya bisa berkata, "oh ya?". Pada akhirnya saya pun merasakan leletnya juga. Saya mulai coba-coba pakai layanan GSM. Awalnya hanya tethering dari hp dengan paket 49 ribu/bulan unlimited. Beneran, FUP-nya kecil tapi sinyal stabil. Terus-terusan tethering dari hp membuat hp cepat panas dan batere tidak tahan lama, saya pun harus menggunakan mini simcard. Customer service tablet saya menyarankan untuk membeli mini simcard di galeri providernya. Uh, repot amat. Saya pun memotong simcard biasa menjadi mini simcard. Percobaan pertama gagal, saya memotong hampir semua bagian kecuali bagian kuningnya. Tentu saja kekecilan di slot sim. Kemudian saya googling cara memotong mini simcard, ketemu. Potong-potong lagi, masih gagal lagi. Di percobaan ketiga, baru berhasil. Perfecto! Saya bisa merasakan nyamannya berinternet dan mengamini kalau provider sekarang lebih mending daripada yang pertama dulu.

Saya lalu terusik, bagaimana dengan layanan gsm yang lain? 

Setelahnya saya menjadi rajin membanding-bandingkan harga, kuota, FUP, dan kecepatan dari beberapa provider gsm. Saya punya beberapa mini simcard untuk membanding-bandingkannya secara langsung. Biasanya saya tes dengan paket harian, entah kuota atau unlimited, mana yang lebih cepat. Akhirnya saya pun tertarik dengan paket internet 29.900/bulan dengan kuota 8 GB. Kecepatan rata-ratanya sampai 300 kb perdetik. Saya benar-benar terkesima. Saya yang dulu sudah puas dengan kecepatan rata-rata 6-25 kb/detik tak menyadari kalau itu standarnya kira-kura. Kelemahan paket kuota 8 GB itu adalah 'masa tayangnya'. Kuota 3,4 GB bisa dipakai di jam 1-6 pagi, 4 GB untuk jam 9-5 sore, sementara waktu sisanya hanya disediakan kuota 600 MB. Benar-benar tidak cocok untuk karyawan atau mahasiswa yang sehari-hari menggunakan wifi gratis di kantor/kampus. Tapi bagi saya yang bekerja dari rumah, pola seperti itu tak banyak masalah. Antara jam 6-9 pagi saya bisa beraktivitas lain, malam hari saya puas dengan bekerja offline. Tapi pada akhirnya tetap saja timbul masalah. Kalau sedang diburu deadline tentunya harus terus online di jam-jam prime time. Padahal kuotanya minim sekali. Sesekali saya menggunakan paket internet unlimited harian. Timbul lagi niat untuk menoambah atau mengganti paket internet yang lain. Saya masih suka dengan paket yang sekarang dan mau menambahkannya dengan paket provider lain yang menawarkan paket smartphone 35 ribu/bulan unlimited plus bonus telepon dan sms ke sesama provider. Pagi buta dan jam efektif saya menggunakan kuota 8 GB, malam hari pakai paket unlimited. Totalnya hanya 65 ribu sebulan. Saya sudah puas.

Tapi... Seandainya masih ada penyedia layanan internet yang lebih inovatif lagi, dengan harga dan kecepatan yang memadai, mungkin lagi-lagi saya beralih hati. Inovasi yang membuat saya kembali bertindak "kalau sudah cocok dengan sesuatu, saya tidak akan mencari yang lain".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar